ADA CERITA DI WORKSHOP PERTAMAKU "MENCARI PELUANG DARI HOBBY"
![]() |
| ACARA WORKSHOP "MENCARI PELUANG DARI HOBBY" BERSAMA IBU ANI BERTA |
Sebagai
seorang pemula dalam hal ngblog kayaknya kalo berdiam diri ajah, gak punya
perkembangan apakah blognya bisa maju?. Untungnya beberapa minggu yang lalu saya
sempat lihat postingan instagram dari salah satu komunitas blogger yaitu ISB
(Indonesian Social Blogpreneur). Setelah membaca captionnya akan diadakan
seminar yang diselenggarakan oleh komunitas SMC (Social Moeslem Community) saya
langsung mendaftarkan diri pada nomor yang berada di caption tersebut. Hari
minggu yang dinantikan pun tiba, tepatnya tanggal 04 November 2018 saya
menghadiri acara seminar yang bertempat di Hotel Amaris La Codefin –
Kemang Jakarta Selatan. Awalnya saya ragu apakah datang atau tidak ya?.
Masalahnya karna wilayahnya yang belum pernah saya kunjungi dan masih bingung
pakai akses transportasi apa yang bakal saya pakai untuk datang kesana. Tapi
kalau gak datang rasanya sayang banget, soalnya seminar yang saya ikuti ini
pasti sangat bermanfaat.
Tanpa
memusingkan soal kendaraan, saya pun pergi menggunakan grab agar bisa sampai
disana tepat waktu. Dan ketika sampai benar ternyata jika bukan dengan grab mungkin
saya bisa nyasar kalo naik angkutan umum. Sesampainya disana, saya langsung
masuk ke ruang meeting dan mengisi form yang sudah disediakan. Kertas
selembaran yang isinya adalah nama – nama peserta yang sudah mendaftar dan
mengisi beberapa kolom seperti nomor telepon, alamat email, nama blog serta
group atau komunitas yang diikuti. Setelah itu saya membayar biaya seminarnya
sebesar 50.000 dan mengambil tempat duduk paling depan. Saya sempat berkenalan
dengan teman sebangku saya yaitu Ibu Fauziah yang seorang momblogger. Dan Ibu
Cilya ketua dari SMC (Social Moelem Community) dan juga seorang blogger fashion and
beauty. Tapi hanya sebentar waktu saya berinteraksi, karna sifat pemalu dan
pendiam dari diri saya. Sambil menunggu waktu dimulai saya memakan beberapa kue
yang sudah disediakan di paling belakang bangku. Jam 10.00 acara pun dimulai
dengan dibuka oleh Ibu Cilya sendiri. Dan hal yang saya nantikan pun datang
yaitu materi dengan judul “mencari peluang dari hobby” yang disampaikan
langsung oleh Ibu Ani Berta.
Ibu
Ani adalah seorang Blogger, Copywriter, Penggemar Media Sosial, Pendiri
Komunitas detik Blogger, Co-Founder Blogger Reporter Komunitas Indonesia,
Anggota IWITA (Kesadaran IT Perempuan Indonesia), Komunitas Serempak dan
Pendiri ISB (Indonesian Social Blogpreneur) selain perhatian di digital dan
kegiatan menulis blog. Saya langsung berdecak kagum, karna ditengah padatnya
jadwal Ibu Ani. Beliau masih mau menyempatkan dirinya untuk memberikan sharing
kepada kami semua. Dengan peserta yang terdiri dari 12 orang. Ternyata saya
baru mengetahui kebanyakan peserta yang hadir adalah seorang blogger juga yang
sudah punya rekam jejak yang jauh. Makin membuat saya sekali lagi berdecak
kagum, mereka yang sudah ahli saja masih semangat belajar. Kenapa saya tidak?.
Selain sesama blogger beberapa orang umum lainnya juga tak kalah antusias
memperhatikan penjelasan yang di sampaikan oleh Ibu Ani. Ibu Ani
menjelaskan beberapa hal peluang yang bisa kita dapatkan dari blogging. Salah
satunya adalah networking. Dalam dunia blogging networking sangat penting karna
selain bisa memajukan blog. Manfaat lainnya bisa mendapatkan teman baru dan
ilmu baru.
Ibu Ani menggambarkan jika memiliki keseriusan untuk menjadi seorang
blogger mulailah melakukan networking seperti bergabung disuatu komunitas atau
mengikuti sebuah workshop. Selain itu, bagi yang belum punya material content
of blog yaitu materi konten blog mulailah pikirkan dari sekarang. Ada banyak
jenis konten yang bisa di pilih seperti lifestyle, health, education, sport,
travelling dll. Saya sendiri saat ini fokus kepada konten pengetahuan ataupun
pendidikan. Ibu Ani juga menjelaskan jika punya ide lain diluar konten utama silahkan
saja. Namun tetap ingat, konten utama yang sudah di pilih harus beri porsi
lebih dari konten lainnya. Karna blog bukan tempat untuk menargetkan tulisan
untuk orang yang mau belajar. Dari blog saya bebas menumpahkan ide. Tapi tetap dengan
tulisan yang baik, tidak mengandung SARA dan hal aneh lainnya.
Sekarang saya sudah punya blog, konten, dan belajar
membangun networking. Cara menghasilkan uang dari blognya gimana? Lalu pekerjaan
seperti apa yang bisa di dapat?. Pada materi ini yang membuat saya banyak menganggukan
kepala. Sebab, semua pertanyaan yang ada dalam benak saya sudah terjawab. Ibu
Ani menjelaskan untuk pekerjaan seorang blogging ini ada banyak seperti content
writer, content creator, produk review, produk compaign, dan ghost writer.
Namun tips yang saya dapatkan untuk seorang pemula adalah fokus pada konten
tulisan dan manajemen waktu. Untuk pemula dalam memposting blog seminggu dua
kali. Tinggal mengatur waktunya saja. Ibu Ani juga mengatakan "content is
king" yaitu kualitas konten adalah yang utama. Walaupun memakai platform
yang gratisan tapi konten bagus siapa tau bisa dicari oleh orang- orang yang
membutuhkan jasa kita.
Diakhir acara sharing Ibu Ani menjelaskan cara membuat blog dengan
blogspot. Acara sharing pun berakhir dilanjutkan dengan makan siang bersama di
lantai 2 Hotel Amaris. Saya pun duduk bersama Ibu Fauziah dan Ibu ety. Kami pun
bercengkrama bersama. Ada yang menarik dari cerita Ibu Ety. Saat beliau
mengikuti lomba menulis blog dengan mereview sebuah hotel, beliau tidak menang.
Tapi justru tulisannya ditawarkan dengan harga bebas dari Ibu Ety dan akan di
translate ke dalam bahasa inggris oleh manager hotel tersebut. Selesai makan
siang saya pergi ke mushola untuk melaksanakan solat dzuhur. Setelah itu,
kembali ke lantai 1 untuk memasan grab tapi tak kunjung datang. Alhamdulillah
ada Ibu Fauziah yang menawarkan diri untuk dipesankan aplikasi gojek melalui
smartphonenya. Saya pun pulang dengan menggunakan gojek dan tak lupa
mengucapkan terima kasih.
Inilah pengalaman baru yang bisa saya bagikan. Kuncinya yang
bisa saya gambarkan adalah membuat konten yang berkualitas, dapat memanajemen waktu
dengan baik dan menjaga konsistensi dalam menulis.
|

Komentar
Posting Komentar